PROSES PRODUKSI REKAYASA KONVERSI ENERGI
PEMBUATAN BRIKET SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF
Energi merupakan suatu kompenen kebutuhan hidup yang sangat penting. Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan melainkan hanya dapat diubah kebentuk lain yang lebih bermanfaat guna untuk memenuhi kebutuhan hidup. Seperti halnya pemanfaatan minyak bumi dan gas alam sebagai penghasil energi. Terutama negara-negara yang menggunakan minyak bumi sebagai bahan bakar perindustriannya. Hal tersebut merupakan masalah besar yang dihadapi manusia dewasa ini. Karena benda tersebut tidak dapat diperbaharui lagi penggunaannya, dan persediaannya makin menipis.
Apabila hal tersebut dibiarkan secara terus menerus, tanpa memperhitungkan contoh sumber cadangan minyak bumi yang tersisa, maka manusia akan kekurangan sumber energi tersebut. Akibatnya manusia akan kesulitan mendapatkan barang tambang minyak bumi.
Kelangkaan minyak tanah dan mahalnya harga elpiji sebagai konversi minyak tanah memicu munculnya kebutuhan akan sumber energi alternatif. Hal ini tertera dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, yang menyatakan bahwa pemerintah mengajak kepada seluruh pihak maupun kalangan masyarakat Indonesia untuk mensukseskan pengembangan sumber energi 2 alternatif pengganti bahan bakar minyak. Adanya sumber energi terbarukan (renewable) dibutuhkan untuk penyediaan sumber energi secara berkesinambungan (sustainable). Hal ini akan lebih baik lagi apabila berasal dari limbah, sehingga dapat menurunkan biaya produksi dan mengurangi efek negatif penumpukan limbah terhadap lingkungan.
Oleh karena itu perlu dipikirkan bahan alternatif baru penghasil energi kalor yang lain. Pemanfaatan bahan organik sebagai pengganti penghasil kalor seperti briket merupakan hal yang tepat. Karena bahan organik dipastikan selalu dapat diproduksi ulang oleh manusia. Adapun cara pembuatannya .
I.Alat
1. Dandang
2. Korek api batangan
3. Batu bata
4. Arang pengapian
5. Lumpang
6. Palu
7. Alu
8. Kompor
9. Saringan
10. Cetakan
11. Wadah serbuk arang
12. Wadah tepung kanji
II. Bahan
1. Tempurung kelapa
2. Arang kayu
3. Tepung kanji (tepung tapioka)
4. Air
III. Prosedur Kerja
A. Pembuatan Briket
1. Persiapkan bahan utama yang akan digunakan untuk membuat briket variasi yaitu tempurung kelapa dan kayu.
2. Setelah dijemur seharian, tempurung kelapa dan kayu dilakukan karbonisasi selama 6 sampai 7 jam sehingga menjadi arang.
3.Setelah bahan menjadi arang, masing-masing ditumbuk hingga didapatkan arang halus dari kedua bahan.
4. Kemudian arang kayu dan tempurung kelapa yang telah ditumbuk tadi diayak untuk mendapatkan butiran yang lebih halus lagi untuk dibuat briket.
5. Sementara itu campurkan tepung kanji dan air untuk dipanaskan sehingga menghasilkan lem tepung kanji.
6.Lem tepung kanji dicampurkan ke dalam butiran halus arang lalu diadon sesuai dengan variasi arang yaitu briket arang tempurung kelapa murni, briket arang kayu murni, dan briket arang kombinasi setara tempurung kelapa dengan kayu.
7. Briket yang telah selesai dibuat dilakukan penjemuran sampai 3 hari untuk mengurangi kadar air yang terkandung di dalam briket.
Briket siap digunakan.
Kesimpulan:
Briket penggunaannya lebih hemat dan ekonomis, selain itu juga aman dan ramah lingkungan. Briket dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif karena memanfaatkan limbah sumber daya alam dalam pembuatannya dan sangat ramah lingkungan. Briket juga dapat mengurangi sampah karena bahan baku pembuatan briket sendiri adalah biomassa seberti tempurung kelapa.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar